Sumbar Peduli Sesama Bersama Parantau Minang

Jakarta, 1 Oktober 2019

Penduduk Sumatera Barat yang dikenal dengan masyarkat Minangkabau memiliki suatu budaya yang masih berlaku sampai saat ini yaitu “ budaya gotong royong”. Budaya gotong royong ini telah menjadi filosofi adat-istiadat masyarakat Minang sebagai dampak positif dari fitrah manusia sebagai makhluk sosial yang selalu membutuhkan orang lain. Gotong royong yang dilakukan orang minang bukan saja dalam bentuk satu kegiatan seperti pembangunan masjid masjid, pembangunan jalan di kampung halaman, pembangunan kesahjetaraan anak kemenakan di kampung halaman maupun di rantau. Akan tetapi kepedulian gotong royong dalam menyikapi musibah yang terjadi  di kampung halaman dan rantau terhadap saudaranya sangatlah peka dan tidak akan mau merasa masa bodoh dan orang minang sangat peka terhadap saudaranya.

Peristiwa yang terjadi di Bumi Cendrawasih, yang bertepatan di  Wamena Kabupaten Jaya Wijaya Papua banyak menimpa perantau bahkan sejumlah orang minang ada yang meninggal. Para perantau yang saat ini sebagian besar telah di ungsikan ke jayapura dan sebagian lagi masih ada yg masih bertahan untuk menjaga harta dan barang lainnya yang di bantu oleh Orang Asli Papua di Wamena. Mereka bertahan dan bersatu bersama penduduk asli papua.

Setelah rombongan Wakil Gubernur Sumatera Barat H. Nasrul Abit bertolak ke Wamena untuk melihat kondisi perantau minang yang telah berada pengungsian, rasa haru bahkan Wakil Gubernur sempat menitikan air mata melihat kondisi di sana. maka sepulang dari Wamena Wakil Gubernur melaporkan kepada Gubernur Sumatera Barat H. Irwan Prayitno. Gubernur langsung berkoordinasi kepada OPD untuk menyikapi keadaan pengungsi agar dapat di bantu dengan cara bergotong royong dalam pengumpulan dana untuk meringankan duka warga Sumbar yang masih banyak berada di lokasi pengungsian Wamena Kabupaten Jayawijaya Papua, dengan keikhlasan dan kerelaan. Untuk itu Pemprov Sumbar melalui Biro Bina Bintal Setda Prov Sumbar, menyediakan rekening Penampung  di Bank Nagari, NO. Rek 2101.0210.07340-3 Atas Nama Sumbar Peduli Sesama.

Kegiatan penggalangan dana juga di lakukan di Balroom Hotel Balairung Matraman Jakarta, tadi malam 1 Oktober 2019. Dalam kegiatan penggalangan dana banyak yang hadir dari elemen perantau dan Saudagar Minang yang berada di sekitar DKI dan Botabek. Dalam acara penggalangan dana ini Gubernur dan wakil Gubernur Sumatera Barat di hadapan perantau minang mengajak agak kita sebagai orang minang yang cerdas dan mandiri tidak mudah terprovokasi berita-berita yang muncul di media sosial, Orang minang tidak pernah konflik dengan Orang Asli Papua, orang minang selalu saling menghormati sesama umat, orang minang dari jaman nenek moyangnya selalu menjaga falsafah “dimana Bumi di Pijak, di situ Langit di Junjung” jelas Irwan Prayitno. Kejadian di Wamena Bukan masalah Ras, bukan masalah Etnis, Bukan masala Warna dan bukan masalah Suku. Biarlah pihak Keamanan seperti TNI dan Polri yang menyelesaikan permasalahan ini, Tambahnya.

Tiga Miliar Seratus Sembilan Puluh Satu Delapan Ratus Tiga Puluh Enam Ribu Rupiah (3.191.836.000,00) uang terkumpul dalam beberapa jam saja pda acara semalam, hal inilah menunjukanTradisi Semangat Gotong Royong orang minang di rantau untuk membantu sesama terhadap saudaranya yang sedang menghadapi kesusahan dan kemalangan. Tradisi yang kuat di turunkan nenek moyang orang minag tidak akan pudar. “ Ndak Lakang dipaneh, ndak Lapuak dihujan. Dibubuik indak mati, diasak indak layu” (Ef PHB)

Post Author: Efriyanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *