PEMERINTAH SUMATERA BARAT DI ANUGERAHI PARAMAKARYA 2019

Jakarta, 28/11/2019

Pemerintah Pusat kembali memberikan penghargaan Penganugerahan  kepada Pemerintah Propinsi Sumatera Barat siang ini di Kantor Istana Wakil Presiden Republik Indonesia, Kali ini Penghargaan kali ini yang di sebut PARAMKARYA, merupakan penghargaan produktifitas tingkat Nasional yang di  laksanakan dua tahun sekali yang di berikan oleh Presiden RI pada tahun ganjil.

 Salah satu upaya pemerintah membangun fondasi yang kokok untuk peningkatan produktifitas bagi Indonesia maju yaitu pertumbuhan ekonomi yang tinggi, pemerataan pembangunan dan pendapatan serta mengurangi penganggurandan kemiskinan.

Upaya peningkatan produktifitas yang dilakukan kementrian Ketanagakerjaan ini sudah dimulai sejak tahun 1968 dengan bergabungnya Indonesia menjadi anggota Asean Produktivity Organizatuon (APO). Metode perbaikan cara bekerja (the way people work) dengan memperkenalkan dan membimbing penerapan alat tekhnik dan metode peningkatan secara nasional yang di koordinasikan langsung melalui lembaga Priduktifitas nasional (LPN) yang didirikan sejak tahun 2005.

Penghargaan Produktifitas PARAMAKARYA ini diberikan kepada Gubernur Sumetra barat Nasrul Abit oleh Wakil Presiden Indonesia Maaruf Amin di Istana Wakil Presiden pada Kamis 28/11/2019. Penghargaan Pramakarya yang di serahkan setiap tahun ganjil ini merupakan penghargaan produktivitas tingkat Nasional. Sedangkan Penghargaan Produktifitas Tingkat propinsi disebut SHIDAKARYA, diberikan oleh Gubernur setiap  tahun genap.

Istilah Paramakarya dan Shidikarya berasal dari bahasa Sansekerta , dimana Paramakarya berarti “Karya Unggul” sedangkan Shidakarya berarti ‘Karya Prima” yang diciptakan oleh Perusahaan.

Penganugerahan Paramakarya tahun ini didahului oleh proses penilaian, baik penilaian administrasi maupun penilaian tekhnis menggunakan teori Malcom Baldrige Criteria.

Perusahaan yang akan dinilai harus mememnuhi prose persyaratan Adimnistrasi antara lain memiliki NPWP, SIUP, ikut program BPJS, membayar pajak, dan menunjukan pertumbuhan usaha dalam 3 bulan terakhir.

Sedangkan penilaian dengan teori Malcom Baldrige Criteria diantaranya kepemimpinan, perencanaan, Hubungan dengan upaya pengembangan dengan pelanggan dan perluasan pasar, ketersediaan data dan informasi dan proses analisa.

Penghargaan produktifitas baik pada tingkat Shidakarya maupun Paramakarya merupakan bagian integral dari Gerakan Nasional Peningkatan Produktivitas dan Daya Saing (GNP2DS), terutama yang berkaitan dengan peningkatan pemahaman dan komitmen para pemangku kepentingan. Oleh karena itu Gerakan Nasional Peningkatan Produktivitas dan Daya Saing perlu di gelorakan kembali sebagai upaya seluruh komponen bangsa yang terencana dan sinergik, sistematis dan berkesinambungan.

Seiring dengan hal tersebut Lembaga Produktifitas Nasional (LPN) yang dibentuk dengan keputusan Presiden R.I Nomor 50 Tahun 2005, perlu diperkuat peran, struktur dan keanggotaanya.

Para penerima penghargaan Shidakarya dan paramakarya selanjutnya diharapkan akan menjadi bagian dari jejaring kelembagaan Gerakan Nasional Peningkatan Produktifitas dan Daya Saing. (Ef PHB)

Post Author: Efriyanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *