Paradigma Baru Pariwisata Pasca COVID19

Hendri Agung Idris
Kabid Pemasaran Dinas Pariwisata Propinsi Sumatera Barat.

Industri Pariwisata Global harus bersiap untuk melakukan berbagai penyesuaian setelah Pandemi COVID19 berakhir. Akan ada Paradigma baru pada industry pariwisata dengan penekanan utama pada kebersihan dan higienitas, meninggalkan kebiasaan di masa lalu, seperti Tur Grup dengan jumlah peserta yang banyak, atraksi-atraksi yang ramai penonton baik di dalam gedung maupun di arena terbuka, parade-parade, karnaval dengan peserta yang tumpah ruah, dan lain sebagainya.

Di beberapa negara maju yang Pandemi COVID19 nya sudah memasuki tahap pemulihan akhir, mayoritas penduduk dengan kondisi ekonomi baik sudah tidak sabar lagi dan tengah bersiap-siap merencanakan perjalanan wisata setelah beberapa bulan lockdown tidak dapat berpergian. Sebelum menentukan destinasi tujuan untuk berwisata, mereka tentu sajater lebih  dahulu melakukan riset, mencari informasi  apakah destinasi yang akan  mereka kunjungi sudah betul-betul aman dari COVID19 dan juga telah menerapkan protocol antisipasi untuk pencegahan lebih lanjut.Hanya destinasi yang benar-benar telah siap sajalah yang akan menjadi pilihan.

Wisatawan Free Independent Travellers (FIT) diprediksi akan pulih terlebih dahulu, dengan focus wisata yang lebih kepada aktivitas outdoor, menikmati  udara segar di pegunungan, sungai, laut, pulau dan kuliner. Kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention and Exhibition) juga diperkirakan oleh para peneliti pariwisata akan langsung hidup kembali begitu masa pandemic berakhir.

Selain higienitas serta kebersihan, semua fasilitas dan sarana pariwisata tersebut juga harus menjaga kapasitas daya tamping untuk menghindari overkapasitas dan kreatif dalam membuat SOP (Standard Operating Procedures) untuk menerapkan physical distancing dengan baik. Misalnya seperti di dipantai, meja-meja dan payung-payung harus dibuat berjarak dan dilengkapi bilik-bilik yang disekat dengan plastic transparan; meja-meja dan kursi di restoran harus ditata agar jaraknya tidak berdekatan; pengaturan posisi berdiri didalam lift supaya tidak berdempetan dan berbagai ragam SOP pencegahan penyebaran COVID19 lainnya agar wisatawan merasa aman dan nyaman. Pelayanan fasilitas prasmanan di restoranpatut pula dipertimbangkan untuk ditiadakan atau diatur sedemikian rupa agar pengunjung tidak berdesak-desakan saat antri mengambil makanan.

Selanjutnya untuk memperkuat, diharapkan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pariwisata, Kementerian Kesehatan dan Instansi-Instansi relevan lainnya dapat memberikan panduan berupa poin-poin persyaratan yang harus dipenuhi oleh berbagai jenis sarana wisata agar dapat dinyatakan aman dari penularan COVID19. Kemudian lembaga resmi yang diberi otorisasi memeriksa apakah poin-poin tersebut dilaksanakan sesuai standar yang ditetapkan. Apabila lulus verifikasi,maka diberikan sertifikat sebagai tanda bukti telah memenuhi syarat. Keberadaan sertifikat tersebut bias dijadikan pedoman bagi wisatawan untuk menentukan pilihannya dan juga sebagai jaminan bahwa sarana wisata yang akan dikunjungi aman dari COVID19.

Sudah ada beberapa negara yang melakukan inisiatif ini, diantaranya Portugal dan Singapura. Di kedua Negara tersebut, tempat-tempat usaha yang telah memenuhi syarat dan lulus verifikasi diberi sticker yang ditempel di pintu masuk. Stiker bertuliskan “SG Clean” di Singapura, sedangkan di Portugal tertulis “Clean and Safe”. Selain pemberian stiker, otoritas yang berwenang juga mengeluarkan publikasi list yang berisi daftar tempat-tempat usaha dan sarana-sarana yang telah mendapatkan stiker sehingga bias menjadi panduan bagi calon pengunjung.

Semua upaya untuk memenuhi standard paradigma baru disaat periode Tourism Shut Down ini harus terdokumentasi dan terpromosikan dengan gencar ke pasar-pasar potensial baik didalam maupun luar negeri.  Hal-hal tersebut sangat penting untuk membangun kepercayaan pasar bahwa Sumatera Barat telah menangani dan mengantisipasi COVID 19 dengan baik sesuai standard yang diakui dunia internasional. Sehingga, setelah Pandemi ini berakhir, Sumatera Barat akan menjadi pilihan utama untuk dikunjungi oleh wisatawan nusantara ataupun mancanegara. (Ef PHB)

Post Author: Efriyanto

Efriyanto
Humas Badan Penghubung Sumatera Barat