kpenghubung_sumbar@yahoo.co.id
Jl.Matraman Raya No 19. Lantai 4- Jakarta Timur
blog-img

Gubernur - Usulan Percepatan Pembangunan Infrastruktur Provinsi Sumbar agar cepat terealisasi

Efriyanto | 04/05/2021 | pemerintahan

Jakarta,4/5/2021. Terkait pembangunan Infrastruktur di Provinsi Sumaetra Barat pada hari ini Gubernur Mahyeldi bertatap muka dengan Mentri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono guna membicarakan tentang Usulan Percepatan Pembangunan. Dalam Usulan tersebut ada beberapa point yang diharapkan agar pembangunan agar lebih di prioritaskan guna pengoptimalan kinerja dan capaian agar dampaknya dapat dirasakan oleh Masyarakat Sumatera Barat. Usulan tersebut yang nantinya akan di tuangkan dalam penganggaran  APBN tahun 2022.

Ada beberapa sektor yang perlu di percepat pembangunan di bidang Bina Marga seperti pembangunan jalan yang telah diusulkan kementrian PUPR melalui Konreg 2021 dan nantinya akan dianggarkan sebesar 120 Milyar Rupiah pada tahun 2022. Pembangunan Ruas jalan Bunga Tanjung ke Teluk Tapang Kabupaten Pasaman Barat sepanjang 25 km dengan anggaran 343,65 Milyar. Diharapkan dengan bantuan pemerintah pusat sebesar 120 Milyar Rupiah dapat mempercepat pembangunan Jalan tersebut. Selain itu juga pembanguna ruas jalan Duku – Sicincin di Kabupaten Pariaman juga salah satu agenda dalam percepatan pembangunan yang nantinya merupakan akses ke Kawasan Main Stadion dan Kantor Bupati, ini juga telah di usulkan Kementrian PUPR melalui Surat Gubernur. Pembangunan jalan ini menelan biaya sebesar 242,99 Milyar Rupiah denagn Volume Pekerjaan 25.85 KM.

Kemudian ada beberapa pembangunan jalan yang masuk dalam prioritas dalam pertemuan itu adalah pembangunan Fly Over Panorama Sitinjau Lauik sepanjang 2,6 KM. ini jalur Logistik dan sering terjadi kecelakaan. Mendesaknya pembangunan ini telah di bahas sebelumnya dan telah di usulkan ke Kementrian Maritim dan Investasi, juga diusulkan Kementrian PUPR melalui Konreg 2021. Akibat pembangun jalan ini akan menimbulkan bIaya sebesar 1.163.00 Milyar Rupiah. Selanjutnya pengaspalan jalan dengan menggunakan Aspal Buton juga akan dilakukan di Ruas Jalan Abai Sangir – Sei Dareh sepanjang 41,70 Km dengan biaya 351.10Milyar Rupiah. Dengan adanyan pengaspalan jalan ini diharapkan memperpendek waktu tempuh dari 6 jam menjadi 2 jam.

Selain itu Usulan di Bidang Cipta Karya adalah Pembangunan Spam Regional Kabupaten Agam dan BUkittinggi dalam pelayanan air minum yang layak dan aman. Kemudian Pembangunan Gedung Kebudayaan Sumatera Barat, pembangunan gedung ini merupakan lanjutan Penyelesaian gedung Budaya (Meubeller, Panggung, Tribun Threater dan Studio) dan dana yang sudah terserap sebesar 117 Milyar Rupiah dari Tahun 2014 -2014. Sementara anggaran yang akan di timbulkan sebanyak 195.56 M Rupiah. Diharapkan pembangunan cepat terselesai. Pembangunan TPA Regional Kota Payakumbuh menjadi titik perhatian yang sangat mendesak, perluasan TPA alternatif sangat di butuhkan karena jumlah sampah sudah Overload. Pembangunan TPA ini mebutuhkan Biaya 34 Milyar Rupiah.

Khusus Pembangunan Stadion utama Sumatera Barat, Mentri PUPR menganjurkan agar berkordinasi dengan Mentri Koordinator Maritim dan Investasi.

Selanjutnya ada beberapa usulan Kementrian PUPR di Bidang Irigasi, Gubernur Sumatera Barat menekankan tentang D.I Batang Batahan serta Rahabilitasi Daerah Irigasi Banda Laweh Sirukam. Rehabiltasi Daerah Irigasi Banda Laweh Sirukam dengan peningkatan saluran irigasi telah diusulkan Ke Kemnko Marvest dan Bappenas dengan anggaran sebesar 24,25 Milyar Rupiah.

Kemudian dari pada itu usulan Kementrian PUPR di Bidang sungai, Pantai dan Konservasi yang berada di propinsi SuMatera Barat adalah Perkuatan Tebing dan Normalisasi Batang Sikabau di Kabupaten Pasaman, pembangunan tebing dan Normalisasi batang sikabau ini menganggarkan biaya sebesar 300 Milyar Rupiah. Dan Juga Perkuatan tebing dan Normalisasi Batang Tapan di kabupaten Pesisir Selatan juga rangkaian dalam pembangunan ini. Khusus Batang Tapan Pembebasan Lahan akan di lakukan oleh Pemerintah Daerah Pesisir Selatan. Anggaran yang di timbulkan sebesar 501.08 Milyar Rupiah.

Terakhir pembangunan di Bidang Perumahan dan Pemukiman Mentri PUPR juga menekankan pada penyediaan Rumah Khusus dan Rumah Susun.

RUSUNAWA Pondok pesantren di beberapa lokasi RUSUNAWA utk ASN, dll. Keseluruhan usulan tsb diperlukan dana sebesar   7,5 Trilyun rupiah.

Dari pertemuan tersebut, menteri PUPR didampingi Sekjen kementerian PUPR Bapak M. Fatah dan bapak Haryono, Kapus strategi kebijakan. Dari paparan bapak gubernur, Menteri PUPR  Basuki merespons baik atas usulan2 gubernur tersebut, dan akan menjadi perhatian untuk pelaksanaan program 2022. (EF.PHB)

Bagikan Ke:

Populer