ANJUNGAN SUMBAR TMII LAKUKAN PEMBINAAN DALAM RANGKA MENINGKATKAN KUNJUNGAN

Dalam rangka meningkatkan kunjungan wisata di anjungan Sumbar Taman Mini Indonesia Indah,  Badan Penghubung Provinsi Sumatera barat dalam hal ini seksi Promosi dan Investasi Pariwisata yang langsung menangani kegiatan anjungan melakukan pembinaan kepada sanggar tari Limpapeh.

Sanggar tari Limpapeh yang terbentuk pada tanggal 20 April 1989 diresmikan oleh Bpk. Ir. Azwar Anas pada saat itu selaku Gubernur Sumatera Barat, anggota yang berjumlah 35 orang ini terdiri dari peserta anak-anak rantau yang berada di sekitar daerah Jabotabek. Tumbuhnya sanggar ini berkat kepedulian pengurus sanggar yaitu Bapak Malfindo Koti (di panggil akrab dengan anak anak, Ayah Eeng) juga sekaligus pelatih tari dan koreografer, untuk selalu mengenalkan dan mempertahankan kesenian tradisional Sumatera Barat. Salah satu tempat yang sangat tepat dan memungkinkan adalah Anjungan Propinsi Sumatera Barat. Dengan keberadaan sanggar tari limpapeh ini pihak pengelola anjungan melakukan pembinaan dengan segala keterbatasan, namun semangat dan koordinasi dikedua pihak kegiatan sanggar tari ini bertahan sampai saat ini.

Berkat usaha dan upaya selama ini Prestasi yang diraih sanggar ini dalam rangka Grand Final lomba Tari Kreasi Daerah Tingkat Nasional. Kategori yang di raih justru pada tingkat SD/Sanggar yang dilaksanakan pada tanggal 8 Februari 2020 lalu. Juara Umum diraih pada tingkat Kelas 1 sampai kelas 3 SD, Juara satu tingkat kelas 3 sampai kelas 4 SD, dan Juara Umum Tingkat Sanggar. Dengan perkembangan dan situasi saat ini, sanggar Limpapeh sekarang anggotanya berjumlah 60 orang. Selain itu pihak sanggar saat ini membuka pelatihan nyanyi lagu tradisional adat Minangkabau.

Selain kegiatan latihan menari dan juga nyanyi lagu daerah minang, pihak sanggar melaksanakan kegiatan silahturahmi dengan orang tua murid senam bersama sebelum latihan. Kegiatan senam di mulai minggu kemaren 5/7/2020 agar terciptanya rasa saling Asah Asih Asuh.

Pihak Pengelola Anjungan Sumbar, Kasi Promosi dan Investasi Bpk. Desramadanus, S.Sos mengatakan segala kegiatan saat ini pembiayaan yang ditimbulkan masih ditanggung pihak peserta anak-anak dan sanggar. Karena itu pengelola menyediakan segala kebutuhan seperti tempat dan sound system kendaraan antar jemput apabila sanggar ada tampil di luar Anjungan serta perlengkapan lain yang dibutuhkan di Anjungan, Kami akan berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Barat agar tahun depan disediakan alokasi dana untuk kegiatan sanggar ini, semua ini demi lestarinya kebudayaan tradisional minangkabau dan sekaligus memperkenalkan kesenian tradisional di Anjungan Sumatera Barat “tambah Pak Ad”. (Ef PHB)

Post Author: Efriyanto

Efriyanto
Humas Badan Penghubung Sumatera Barat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *