Artikel

Per 1 April, Rekam dan Cetak KTP Elektronik Bisa Dimana Saja

Oleh: Puspen Kemendagri
Rabu, 06 April 2016

JAKARTA - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) lewat Ditjen Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) akan memberlakukan kebijakan soal perekaman KTP elektronik. Mulai mulai 1 April 2016 masyarakat bisa melakukan perekaman dan percetakan KTP el di luar wilayah domisilinya.

Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Dukcapil Kemendagri), Zudan Arif Fakrulloh mengatakan, proses pembuatan e-KTP sangat mudah. Masyarakat bisa membawa KTP lama ke kantor kelurahan, kecamatan atau Dinas Dukcapil terdekat.

"Jadi tak usah repot harus melakukan perekaman atau percetakan KTP el di kampung halamannya," tegas Zudan di Kantor Ditjen Dukcapil Kemendagri, Jakarta Selatan, Senin (28/3/2016).

Mekanismenya, mula-mula masuk ruang sesi pemotretan, lalu dilanjutkan rekam 4 sidik jari masing-masing tangan. Setelah itu, merekam sidik jempol tangan kanan dan kiri lalu sidik jari telunjuk kanan dan kiri. Proses yang terakhir yakni merekam iris mata. Setelah itu tandatangan elektronik.

Selain itu, ia berencana untuk menyesuaikan SOP antara mencetak karena rusak dengan mencetak karena hilang dan nantinya akan dibuatkan loket khusus. Proses ini pun juga tidak akan memakan waktu yang lama. Bahkan, bisa dilakukan di luar daerah domisilinya.

"Kalau sudah pernah dicetak mengubahnya cepat sekali. Tidak ada alasan bagi daerah untuk mencetaknya lama, SOP-nya akan kita sesuaikan, " jelas Zudan.

Ia menambahkan, selain mempermudah pembuatan dan perbaikan e-KTP, proses pengurusan surat pindah tempat tinggal pun sudah tidak ribet lagi. Cukup hanya dengan menyertakan Surat Keterangan Pindah (SKP WNI).

"Perpindahan penduduk perlu SKP WNI tidak boleh disertakan PBB. Di DKI masih mensyaratkan SKCK, Padahal penduduk boleh saja pinah dari daerah satu ke daerah lain, nantinya biar dia dibina petugas di daerah itu," tandasnya.

Zudan juga mengingatkan bahwa KTP Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) sudah tidak berlaku lagi dan bagi yang masih menggunakan KTP lama bisa dipidana dan sifatnya umum.

"Bisa saja polisi yang menangkap orang yang masih menggunakan KTP SIAK. Kami tidak mau hal ini terjadi, kami terus sosialisasikan hal ini," tambahnya.

Share on:

Komentar

Kirim Komentar

Nama Lengkap
Alamat/Kota
E-mail
URL Website/Blog
Komentar
 

Video

Talk Show Metro Plus Pagi bersama Wakil Gubernur Sumatera Barat

Rabu, 20 Juli 2016 | 16:00:29 WIB

Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana

Rabu, 06 April 2016 | 15:09:05 WIB

Artikel / Tulisan

Puspen Kemendagri

Per 1 April, Rekam dan Cetak KTP Elektronik Bisa Dimana Saja

Rabu, 06 April 2016 | 14:54:08 WIB

Manfaat dan Khasiat Tusuk Jarum (Akupuntur) Untuk Kesehatan

Jumat, 04 Desember 2015 | 16:04:08 WIB

Buku Tamu

    Nike M

    Senin, 21 November 2016 | 16:45:00 WIB

    website ini berisi Informasi bagus. Pertahankan. 

Pemprov Sumbar TV
Badan Penghubung Pemerintah Provinsi Sumatera Barat

Download | Link | Kontak | Buku Tamu | Cari | RSS | Indeks | Sitemap |

Copyrights © 2011-2017 | Badan Penghubung Pemerintah Provinsi Sumatera Barat - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat | All rights reserved

inhil Inhil